Rabu, 11 Februari 2015

Air

Di ibu kota
Kalap
Kota tergenang
Ekonomi tersendat berhenti
Sama dengan cerita para nelayan
Di lautan luas lepas
Angin mengoyak layar
Porak poranda
Badai tiba-tiba datang menyerang
Memang sejak kemarin tak terlihat lintang

Di rumah, sanak keluarga diam
sesenggukan melihat air
menempati ruang pelupuk mata
dua hari lampu padam
persediaan makanan sudah habis oleh air.

0 komentar: