satu kali, dua kali, bahkan
sampai beribu kali pun
aku takkan bisa bertemu.
kapan kah kau akan menerima
sosok yang membuat semua orang nista
kala memandangnya
tak ingin berlama-lama
para pemikir yang jenius......
bolehkah aku memohon
barang sejenak, pikirkanlah....
kami yang selalu berada di pinggiran
jalanan yang tak punya umur seberapa,
super market kumuh di tengah ibu kota,
tempat parkiran yang sepi dan angker
bagi para calon penumpangnya,
pusat kota yang menunduk kepanasan
mencari tempat berteduh,
hutan-hutan kota kecil yang meradang
di tengah-tengah gedung-gedung pencakar langit,
sungai kecil tempat pencegah banjir yang
tak cukup menampung air.
kami tak cukup berani bertutur sapa
kepada para pemikir yang jenius.
Lama sekali kami mencari
bertanya kepada siapa pun
juga pada satuan pembantu masyarakat
kami coba masuki kantornya
dikira kami mau berbuat suatu apa...
kami diusir
seorang berseragam yang berada di depan kantor
memandangi kami datar.
tiga langkah kami berjalan
amat sulit kami sampaikan
Semua akan kami isyaratkan
sebagai tanda peringatan
0 komentar:
Posting Komentar