Hari ikut muram
sebab dalam perjalanan
kami tak menemukan daya
sampai ketika, hari telah senja
bersama duri yang menancap hati
tanpa melawan, kami berucap:
"Sampai kapan sakit terasa menyayat?"
Sesudah hari berlalu,
hati mencoba berlayar
mungkin sampai kulit dunia terkelupas.
Semilir angin bernyanyi
mereka malu, kemudian sembunyi
mencari apapun yang dapat menutupi,
dibalik pintu mereka berdiri
entah lagu apa mereka nyanyikan
entah sampai kapan mereka bersenandung
Kami tak ingin mencari tahu
karena perjalanan selalu berirama
......
ha.......
o...la.....la.......
ha.......ha.......ha.........ha......
syukur kami percaya itu semua.
0 komentar:
Posting Komentar