Kamis, 09 Juni 2011

Muram di Perjalanan Siang hari

Sedikit kata yang terlintas
Bersama keriangan bocah di bawah lampu merah
Sembari bermain bersama kedua kawannya
yang juga masih bocah.
Mereka mengharap belas kasihan
birokrat-birokrat yang selalu lewat.

Tak mengerti sesungguhnya
apa yang mereka rasakan
senang...
sedih...
Hatiku pedih
menyaksikan tunas bangsa yang malang.
Apapun yang mereka dapatkan
dibagi-bagi dengan kawannya.

Tanpa mereka-reka wajah
bocah itu masih ada kecerahan
kebahagiaan dalam dunia mereka
dan polos menghadapi segala sesuatu
di depan.

Harapan berjalan beriringan
dengan usahanya.
Seperti bocah-bocah kecil itu
masih mencari mimpinya.

Muram di perjalanan siang hari
meredup seperti senja.

0 komentar: