Siang terik yang amat panjang
terus membelai lembut kota.
Kota yang penuh polusi
nuansa yang carut-marut
bergelantungan meminta belas kasihan
para wakil rakyat.
Sehari penuh berada di ruang-ruang
penuh surga, ketika
hari siang.
Rakyat tak punya banyak ilmu,
juga tidak banyak meminta,
karena sia-sia.
Panas yang mengerikan,
menyaksikan awal aku mencari
kejelasan yang semu.
Aku tinggalkan kota api,
terus menjauh........
Mencari.
0 komentar:
Posting Komentar