Berapa pun aku akan tetap bertaruh. Ini bukan soal hobi atau tidak. Masalah ini pasti akan berbuntut panjang. Aku sebenarnya tak biasa bertaruh. Ini untuk pertama kali aku menyatakan bertaruh. Anak balita menangis meminta sesuatu. Mungkin itu yang menjadi keinginannya. Walau itu kotor, aku yakin anak balita akan belajar dari lingkungannya. Sedikit demi sedikit anak akan tahu, mana yang baik dan yang buruk. Tapi kenapa sang ibu melarangnya dengan dalih "itu kotor dek,,,,,, anakku sayang, cintaku, sayangku.....". Seburuk itukah sesuatu yang kotor akan menganggu kesehatannya? Atau apa yang perlu dirisaukan?
Saya merasa masygul, tiap kali mendengar 'ini kotor, ini gak enak' atau apa pun yang bersifat berbohong. Detik ini juga, tidak terasa kita mendidik anak berbohong. Anak yang masih balita selalu menirukan gerak-gerik orang di dekatnya. Dan bertingkah laku sesuai dengan kadar yang ia bisa.
Balita bukan anak yang bisa mengerti apa yang diucapkan orang di sekelilingnya. Dia hanya berusaha menerjemahkan apa adanya, tidak lebih. Wahai orang tua yang mencintai anak-anaknya, yang kini masih balita. berikanlah pendidikan terbaik. Jangan engkau serahkan kepada pembantu RT/baby sister, atau apa pun istilahnya. Jika kau serahkan pada orang-orang itu, kau telah keliru.
0 komentar:
Posting Komentar