Seminggu menjadi taruhan hidup atau mati
Sewindu waktu yang lama untuk menikmati
kebahagiaan hati meniti hidup agar lebih indah
yang tak bisa kau bayangkan dan lihat dalam kaca.
Beranikan segala urat saraf untuk berjalan
kembali, mengawali petualangan melihat cakrawala
membuka hati agar lebih mengerti
hidup ini indah, dan banyak warna yang belum ku ketahui.
Sedang disini aku terdiam, mencoba mencari-cari
titik terang dari mentari yang setia menyapa
pagi ini menjadi indah karenanya.
Entahlah apa yang menimpaku ini,
tiada bisa tergambarkan dalam kanvas putih
yang masih tergeletak di samping tumpukan-tumpukan buku.
Aku mati dan mereka mengikuti
diam-diam
dalam sunyi.
0 komentar:
Posting Komentar