Tanganmu hitam legam
kau gerakkan kesana kemari
dengan penuh tenaga.
Ada satu yang memompa
semangat keganasanmu menantang mautmu,
meninggalkan sejenis keraguan
yang terkadang merasuk.
Sebagai ahli di lapangan
Semua organ tubuhmu harus bersatu
dan siap mengeluarkan energi
yang kau kumpulkan dari warung dadakan
Mak Dimin.
Keringat mengucur basah
mengiringi semangatmu.
Tapi entah sebabnya
Otot-ototmu dipandang sebelah mata
karna tak pernah meiliki kantor yang jauh dari debu
dan terik.
0 komentar:
Posting Komentar